29 Agustus 2014

Rasaku di tengah Malamku,......Cinta

Aku mengenal dikau ,...benarkah ??Cinta ?? Benarkah ?? Achh,... biarlah cinta yang mengartikan sendiri,...............................
Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.Saat ketulusan dan keikhlas'an dijadikan sebagai pondasi tak sekedar saling mengerti tak juga kisah klasik akan sebuah kejujuran,orang jujur belum tentu setia tapi orang setia sudah pasti jujur,...mungkin.
Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang,dimana disaat marah menjadi luapan perhatian dimana perbedaan merupakan bait bait senandung ketentraman hati.
Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik.Dimana Tali pernikahan sebagai pengukuh bahwa tulang rusuk itu benar adanya.
Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi setiap ‘ruangan kosong’ pada diri kita.Dimana dimensi bawah sadar kita lebih dominan dibanding realitanya,...Ach...Apakah aku berhalusinasi dalam inboxmu,whatsappmu,Linemu atau aq terbang di dalam ruang Skypemu yang tanpa batasan hingga kecupmu hanya terasa getarnya,omelanmu hanya senandung lagu tempoe doloe yang sudah jamuran pita kasetnya,... :)
Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah...Hingga bendungan yang kamu bangun tak mampu menahan debit rindu yang terus meluap (mulai dach rayuanku :p)
Semua hanya satu. yaitu CINTA.... Benarkah itu cinta??
Cinta ini yang membuat kita tumbuh, menjadi dan tetap ada Meski kata bersama dan kebersamaan itu hanyalah sekedar pembenaran diri bahwa kamu ada.
Cinta ini pula yang menyalakan api,ketika gelap menyapa dan cinta ini pula yang kadang mematikan baranya,hingga kelu dan perihnya sayatan bagai pisau menyayat mayat,...tampak pedih tapi sakitnya telah melayang.
Ketika dingin menyentuh......(ngisep rokok dulu,.....please wait,.....)


Jejak kemarin mengajarkan bahwa cinta harus dimaknai dengan hati yang jernih;Dimana keyakinan menjadi tolak ukur dimana Tuhan sebagai Acuan, Rasa tulus dan saling percaya yang tidak tergoyahkan oleh gosip atau cobaan kecuali sama pulsa yang lagi cupet ya.....
Jejak kemarin pula mengajarkan rapuhnya cinta bila dibelit oleh passion. Rapuhnya cinta yang tidak berani berhenti di satu tempat untuk mengunyah secara utuh dan mendekapnya erat-erat.
Jejak kemarin juga yang mengajarkan sesungguhnya cinta itu sederhana. Ketika kita memeluk dan melihatnya dengan sederhana, maka cinta itu akan lebih kuat makna baranya.
“DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA, tetapi isilah alur ceritanya menjadi CERITA CINTA, percayalah itu akan memberikan kekuatan bagi hidupmu.”

Percayakah kamu,....??

Aku  sendiri juga ragu,.. :p bisakah aku seagung coretan ini, bisakah aku menjadikan kidung ini adalah gerak dalam hidupku,...sedangkan kopi juga rokokku sudah habis :( kini yang tersisa hanyalah korek api ku dimana nyala akan terus aku buat untuk menerangi hatimu menerangi jalan kita dimana pelaminan di bangun seolah taman surga diman pelaminan cikal bakal aku buat pasukan kecilku,... Adakah kamu mau wanitaku ???

Celoteh Hati Sebelah

Disetiap telaga ada beraneka macam kehidupan, begitupun dengan hidup ini.
Setiap manusia punya cerita sepahit dan seburuk apapun semua adalah pilihan, setiap manusia di ciptakan dengan standart karenanya dihadapanNya kita sama.

Aku, kamu, Kau, Kaya, miskin, raja maupun rakyat biasa semua pasti mati. Hari ini aku rasakan penat membabi-buta (hhe,...gimana larinya kalau babi buta) masalah demi masalah bagai alur sungai, bagai deras nya air terjun kaki gunung semua datang berbarengan ga mau ngantri dengan tertib itulah hidup saat kita bergelut pada konsep, aplikasi menyuguhkan kopi kehidupan secara riil bukan sekedar andai dan andaikan...tak sekedar beretorika ,....

Kucoba hisap sebatang rokok getir rasanya atau memang rokok tak berasa ya,..?? tapi harus kuakui bahkan rokok lebih selalu ada dibanding pendampingku hhe,..karena aku tau kamu ga bisa aku saku.
Clleebb,... mataku tertuju pada deret huruf yang mengantarkan aku pada secarik catatan yang cukup mengesankan,...

Siapapun tak pandai menghayati cinta dan tak seorangpun pandai menilai cinta,,karena cinta bukanlah sebuah obyek yg bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Kepuasan bathin, mengungkap asa dan rasa... berbagai kisah hidup untuk kita semua ingin mewujudkan manusia yg tau,..siapa Aku, ,

Tuhanku dan Tugasku diatas bumi ini. Aku tidak pernah tau bagaimana cara memuja sampai aku mengetahui bagaimana cara mencinta... telah aku temui dari hati yg paling dalam,, sejatinya; Siapa aku untukmu? Apa aku dimatamu? Bodoh kah aku,...? Yah benar aku bodoh yg masih mengharap laki" berhati batu sepertimu kan tau tangis batinku. Terlanjur ku berjanji kan setia selalu,, janjiku takan usang dimakan waktu.

Jllleeebbb,...desssss,....!!!! serasa kombinasi pukuluan yang cukup telak, yang terkadang menjadikanku ragu akan arti sebuah Cinta, untaian huruf yang teramat lunak tapi cukup menampar pilu akan sebuah perasaan,... jadi ingat sebuah wallpaper " Kalo Mau Main Main bukan disini!! Ini hati Bukan Disneylad," hhe,...yach itulah hutan belantara dimana hati menjadi kompas kemana kita harus keluar,bukan lari dari kenyataan tapi lebih pada logika. Hidup teruslah berlanjut cita cita tetaplah harus dikejar dan mimpi harus jadi pondasi utk meloncat dimana kenyataan menyadarkan kita Inilah kita, dan inilah cinta yang layak di perjuangkan bukan di ratapkan,......

18 Agustus 2014

Sederhananya Mantraku

Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri Kenapa aku harus merasakan seperti ini, tak berlebihan apa yang ingin aku minta, seandainya aku bisa BBM Tuhan,.. PING!! Tuhan aku hanya inginkan dirinya dekat dengan aku, kabulkan ya,... Sederhana bukan, Tuhan??

Banyak yang aku rasakan, banyak yang aku harapkan, tapi apa yang bisa aku perbuat?, hanya duduk merenung dan berharap kapan hari itu akan datang padaku.Hingga tanpa sadarku sajadah ini pun mulai usang oleh berat tubuhku yang terus saja memaksa untuk menimpanya...

Tuhan,...Sejenak Aku Ingin melepaskan rindu, ingin mengucapkan sayang dan cinta, semua hanya tiupan mantra dalam lantun dzikirku yang tanpa rasa sampai padanya.Apakah dia merasakannya??

Banyak yang ingin ku ucapkan dan ku bisikan padanya, banyak yang ingin ku lakukan untuknya dan banyak rasa ini yang harus ia rasakan juga. Apa yang bisa ku perbuat lagi untuknya?, semua sudah ku coba berikan yang terbaik untuknya meski selalu ada pembatas antara aku dan dirinya.

Aku tahu dan aku sangat tahu, engkau akan merasakan sakit dan pedihnya saat – saat dimana aku dan dirimu saling membutuhkan.

Tapi apa?, apa yang bisa kita sama – sama lakukan?, apa hanya menunggu dan menunggu sampai bulan ada dua?. Aku yakin, dan engkau pun yakin kalau suatu saat pembatas itu tidak akan pernah ada lagi antara kita. Tapi kapan!!!?.

Capek, bener – bener capek kalau mikirin ini…

Ingin sekali selalu bisa ada setiap saat, saat kau butuh aku, saat kau inginkan aku. Tapi aku hanya bisa menemanimu dan melewatkan harimu dengan satu pasang tangan, satu pasang telinga dan dengan mulutku ini…, lebihnya?, aku tak mampu berbuat banyak, hanya bisa berharap suatu saat aku pasti bisa menemani hari – hari mu dengan sejuta bahagia yang kupendam selama ini dan akan kuberikan hanya untukmu.

Hanya untukmu aku menjaga hatiku ini
Pikiranku pun tak pernah tercemar oleh suatu yang lain
Semua ku jaga hanya untukmu, dan bukan untuk siapa – siapa lagi
Ku lakukan ini bukan karna terpaksa, dan bukan karna komitmen, tapi karna aku sayang dan mencintaimu apa adanya.

Jujur yang kukatakan, jujur yang kulakukan dan jujur yang kurasakan.

Tuhan…, mungkin dia masih meragukan aku, tapi aku yakin dan percaya Engkau melihat dan tahu bagaimana isi hatiku ini padanya.


Kuingin dia ada sekarang, ada untuk temani hari – hariku

17 Agustus 2014

Di penghujung Lelahmu, Sederet Tanyaku

Entah mau menulis apa, bingung untuk memikirkannya, ingin sekali membunuh pikiran-pikiran yang selalu merusak hatiku ini. Capek sudah dalam proses ini, semua begitu bertolak belakang dengan yang sudah terkonsepkan, achh,....aku dari sisi yang menjengkelkan tentangku.

Aku hanya ingin bercerita sedikit, dan hanya sedikit tentang hati ini. Tapi apakah aku pantas untuk meluapkannya semua?, pantaskah?.

Pikiran selalu merusak semuanya, hanya pikiranku yang merusak semuanya. Kapan dan kapan pikiran seperti ini bisa aku bunuh dalam diriku Tuhan...?.
Cinta, sayang dan bahagia semua seperti pertanyaan semata, hanya dia (benarkah?) yang bisa memberikan semua itu untukku, hanya dia seorang yang bisa. Cintaku dan sayangku padanya melebihi rasa sayang dan cinta pada diriku sendiri.

Tapi..., siapa yang bisa tahu dan mengerti akan sayang dan cintaku ini padanya...?. Egois dan hanya egois itulah diriku ini...

Tuhan..., akupun tidak mau punya hati dan pikiran seperti ini, lelah..., sangat lelah aku melawan diriku sendiri, sejak lama aku mencoba untuk melawannya, tapi sampai sekarang, sedikit pun aku tidak bisa melawannya.

Siksa dan tersiksa, itu yang selalu dia rasakan dalam hidupnya, semua hanya karna aku, hatiku dan pikiranku. Rasa cemburu selalu ada dalam benakku, rasa curiga selalu ada dalam pikirannku, hatiku ingin selalu membunuh rasa ini, tapi aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi melawannya. Aku hanya takut kehilangan dirinya, hanya karna takut aku siksa dirinya, semuanya, siksanya, itu karna aku.

Sampai kapan aku harus seperti ini?.

Kenapa aku begitu takut kehilangan dia?. Cinta dan sayangnya sudah kudapatkan dan kurasakan, tapi siksa cemburu dan curigaku padannya selalu menyiksa dirinya, kapan rasa ini akan berakhir?, sampai kapan lagi dia harus merasakan siksaku ini?.

Tangisan dan tangisan selalu aku dengar dari mulutnya Tetesan air matanya selalu jatuh hanya untukku Kapan tangisan bahagia ia dapatkan dariku...?

Kapan tetesan air mata bahagia datang dariku...?

Hanya karna aku Hanya karna aku Dan semuanya hanya karna aku ia tersiksa Kapan kau bisa rasakan bahagia?
Kapan kau bisa rasakan tenang?
Kapan semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan tanpa harus tersiksa?
Ingin kupeluk erat dirimu saat kau menangis dan membisikan sebuah kalimat ;
 " Bantulah aku, hanya kau yang bisa merubah diriku "

 From Some one'

15 Agustus 2014

Serpihan itu bernama "A"

Ingin ku sampaikan padamu cerita tentang rindu, cerita tentang hidup yang mungkin akan membawamu pada lautan kerinduan yang sama denganku. Ingin pula kusampaikan tentang Dia padamu, tentang sosok manusia yang mungkin menjadi inspirasi dalam hidupmu atau,....bahkan menjadi cerita kelam dalam hidupmu. Ya kita mempunyai inspirator dalam hidup ini tapi sangat manusiawi jika juga menghadirkan sosok yang sangat kita benci, yang menjadikanmu,menjadikanku atau kamu, kamu, kamu lebih berarti. Jika saat ini kau merasa hebat dengan dirimu sendiri, tapi sadarlah kau bukan apa-apa tanpa mereka. Seperti yang terjadi dalam hidupku kini, yang telah membuang kesempatan untuk mencoba mengerti akan pentingnya MEREKA dalam hidupku, aku tersesat dalam hutan yang tak ku kenal ujungnya, aku tersesat dalam sembilu yang selalu membuatku ragu. Satu demi satu semua tak mampu ku raih, aku sendiri dan sendiri dalam ruang dan waktu yang telah berbeda denganmu. Aku sendiri dalam ejaan kata demi kata yang sekian lama telah tiada, dan aku sempat terlupa bagaimana aku menemukan sebuah huruf “A”, apakah kau tau itu karena apa?, karena Aku telah meninggalkan huruf sekian lama, telah membuang jauh-jauh dalam barisan mimpi-mimpiku. Namun apakah kau kenal dengan istilah bahwa “Jodoh tidaklah kemana”? Ataukah kalian pernah tau sigaran balung jiwa itu tak akan pernah salah??, ya...aku mungkin memang berjodoh dengan huruf yang telah sekian lama aku lupakan , yang sekian lama aku sia-siakan, dengan bersusah payah aku mencari kembali huruf itu, apakah kau tau apa alasanku mencarinya kembali? jawabannya ada pada bait setelah ini, yaitu : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”(Al Alaq : 1) dan “Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam”(Al Alaq:4). Aku ingin Membaca lebih banyak dan menuangkan pada tulisan yang pada nantinya mungkin bisa bermanfaat untuk mereka yang mungkin sedang merasa tak berarti di dunia ini, pada mereka yang terbayang masa lalu hingga enggan menatap masa depan, pada mereka yang hampir menyerah pada ketidakberdayaan. Aku sungguh tak ingin menjadi apa-apa dengan pena patah ini kecuali hanya ingin menjadi orang baik dengan mengenal huruf “A” dan kawan-kawannya. Untuk meyakinkanmu bahwa keberadaanmu adalah KEINDAHAN untuk dunia, dan untuk menemukan bersama, sebuah keindahan dalam MEMBACA lalu MENULISKAN. “letakkan masing-masing huruf pada haknya yang sempurna, jangan bawa ia pada ruang yang mampu membawanya sengsara hingga membawamu tak bermakna bagi dunia” kamu berharga,hingga setiap jengkal darimu adalah kekayaan yang maha besar,masihkah kau ragu ?? Pikirkanlah,... Dan coba lah lebih mengenal dirimu,..ya kamu....sejenak saja,.... #Energi Muhammad Saw tetap setia pada proses semua adalah pilihan mau baik atau jahat sekalipun semua tetap Pilihan...

10 Agustus 2014

Tentang Aku di Kolom Tak Bertuan

Jember,...kota kecil tempat ku dilahirkan yang penuh dengan kenangan hingga terlahir berjuta ungkapan....Terlebih dari sekedar kata, ribuan arti tak terhingga, untaian makna yang terukir dari beragam jiwa, hingga jalinan rasa yang mampu melahirkan romansa tecurah dalam suatu simfoni kata. Suatu rajutan waktu dan jiwa, Sebuah nyawa yang menjadi awal dan akhir dari hitungan-hitungan cacah sebuah perjalanan hidup. Bukanlah sekedar nilai-nilai history kota kelahiranku yang hanya diingat dan diperingati. Bukan pula mimpi dan angan-angan yang penuh akan ketidakpastian. Namun sebuah keklasikan kota kecil yang tak bisa mati dan tak bisa terganti. Yang bisa menjadi tamparan keras saat raga telah lupa akan janji-janji setia abadi. Namun juga bisa melebihi kelembutan belaian jemari saat hati mulai rapuh akan keputusasaan, remuk akan kebenciaan, dan luruh akan kesedihan. Tak ada yang perlu untuk disesalkan, disedihkan dan ditangisi dari semua ini. Karena masih ada keyakinan dalam diri untuk bangkit dan berubah lebih baik di hati ini. Karena aku yakin tak ada yang tak mungkin bila kita terus berusaha "Ora Labora",...Cinta,..??achh...apakah itu aku sendiri ragu untuk memahami sepatah kata yang berderet luka petaka bahkan derai air mata, aku tau mungkin juga paham sekali akan arti sebuah cinta tapi aku ragu, Buatku Alloh tak pernah mencipatakan Cinta,luka, duka,kesedihan atau sejenisnya tapi Alloh menciptakan Hati dari situlah semua bermula. Dan Al Qur'an juga Energi Muhammad S.A.W yang selalu menjadi inspirasi bahwa hidup adalah pilihan,baik ataupun buruk sekalipun tetap adalah pilihan.Sekarang buatku cukup bersyukur sungguh Nikmat yang luar biasa yang di berikan sang khalik untukku... Yachh.... masih di kolom Blog yang tak bertuan ini kusandarkan harapanku,melepas penatku,menuangkan apa yang ada di otakku yang mungkin aku,kau,kamu ataupun kalian jumpai dalam hidup. Masih disini dengan sebatang rokok yg sudah mulai memendek oleh hisapan demi hisapan dan terhembus mewakili rasa...Hanya sebuah catatan kecil di kolom berandaku sendiri bukan sebuah keluh kesah juga bukanlah sebuah curahan hati,hhe,..terlalu rapuh jika aku harus mengadu atau meruntuk akan jalan hidup ini.. Masih di kolom yang tak bertuan, di bawah sajadah lusuh yang sudah tak lagi berwarna lantunan do'a demi do'a berharap ada keajaiban tapi bagaimana mungkin bila tanpa usaha?? Heii bro mau kopi..... ??,teriakan kawan menyadarkan hayalku teguran yang membangunkan diriku dari seorang pemimpi untuk berusaha meraih mimpi hingga kelak kan kudapati, hingga kelak kunikmati saat harapan menjadi kenyataan,saat luka menjadi pembelajaran,saat kita tertawa bahwa bahagia itu diciptakan bukan dicari juga bukan di beeli...