Aku mengenal dikau ,...benarkah ??Cinta ?? Benarkah ?? Achh,... biarlah cinta yang mengartikan sendiri,...............................
Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.Saat ketulusan dan keikhlas'an dijadikan sebagai pondasi tak sekedar saling mengerti tak juga kisah klasik akan sebuah kejujuran,orang jujur belum tentu setia tapi orang setia sudah pasti jujur,...mungkin.
Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang,dimana disaat marah menjadi luapan perhatian dimana perbedaan merupakan bait bait senandung ketentraman hati.
Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik.Dimana Tali pernikahan sebagai pengukuh bahwa tulang rusuk itu benar adanya.
Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi setiap ‘ruangan kosong’ pada diri kita.Dimana dimensi bawah sadar kita lebih dominan dibanding realitanya,...Ach...Apakah aku berhalusinasi dalam inboxmu,whatsappmu,Linemu atau aq terbang di dalam ruang Skypemu yang tanpa batasan hingga kecupmu hanya terasa getarnya,omelanmu hanya senandung lagu tempoe doloe yang sudah jamuran pita kasetnya,... :)
Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah...Hingga bendungan yang kamu bangun tak mampu menahan debit rindu yang terus meluap (mulai dach rayuanku :p)
Semua hanya satu. yaitu CINTA.... Benarkah itu cinta??
Cinta ini yang membuat kita tumbuh, menjadi dan tetap ada Meski kata bersama dan kebersamaan itu hanyalah sekedar pembenaran diri bahwa kamu ada.
Cinta ini pula yang menyalakan api,ketika gelap menyapa dan cinta ini pula yang kadang mematikan baranya,hingga kelu dan perihnya sayatan bagai pisau menyayat mayat,...tampak pedih tapi sakitnya telah melayang.
Ketika dingin menyentuh......(ngisep rokok dulu,.....please wait,.....)
Jejak kemarin mengajarkan bahwa cinta harus dimaknai dengan hati yang jernih;Dimana keyakinan menjadi tolak ukur dimana Tuhan sebagai Acuan, Rasa tulus dan saling percaya yang tidak tergoyahkan oleh gosip atau cobaan kecuali sama pulsa yang lagi cupet ya.....
Jejak kemarin pula mengajarkan rapuhnya cinta bila dibelit oleh passion. Rapuhnya cinta yang tidak berani berhenti di satu tempat untuk mengunyah secara utuh dan mendekapnya erat-erat.
Jejak kemarin juga yang mengajarkan sesungguhnya cinta itu sederhana. Ketika kita memeluk dan melihatnya dengan sederhana, maka cinta itu akan lebih kuat makna baranya.
“DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA, tetapi isilah alur ceritanya menjadi CERITA CINTA, percayalah itu akan memberikan kekuatan bagi hidupmu.”
Percayakah kamu,....??
Aku sendiri juga ragu,.. :p bisakah aku seagung coretan ini, bisakah aku menjadikan kidung ini adalah gerak dalam hidupku,...sedangkan kopi juga rokokku sudah habis :( kini yang tersisa hanyalah korek api ku dimana nyala akan terus aku buat untuk menerangi hatimu menerangi jalan kita dimana pelaminan di bangun seolah taman surga diman pelaminan cikal bakal aku buat pasukan kecilku,... Adakah kamu mau wanitaku ???
Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan.Saat ketulusan dan keikhlas'an dijadikan sebagai pondasi tak sekedar saling mengerti tak juga kisah klasik akan sebuah kejujuran,orang jujur belum tentu setia tapi orang setia sudah pasti jujur,...mungkin.
Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang,dimana disaat marah menjadi luapan perhatian dimana perbedaan merupakan bait bait senandung ketentraman hati.
Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik.Dimana Tali pernikahan sebagai pengukuh bahwa tulang rusuk itu benar adanya.
Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi setiap ‘ruangan kosong’ pada diri kita.Dimana dimensi bawah sadar kita lebih dominan dibanding realitanya,...Ach...Apakah aku berhalusinasi dalam inboxmu,whatsappmu,Linemu atau aq terbang di dalam ruang Skypemu yang tanpa batasan hingga kecupmu hanya terasa getarnya,omelanmu hanya senandung lagu tempoe doloe yang sudah jamuran pita kasetnya,... :)
Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah...Hingga bendungan yang kamu bangun tak mampu menahan debit rindu yang terus meluap (mulai dach rayuanku :p)
Semua hanya satu. yaitu CINTA.... Benarkah itu cinta??
Cinta ini yang membuat kita tumbuh, menjadi dan tetap ada Meski kata bersama dan kebersamaan itu hanyalah sekedar pembenaran diri bahwa kamu ada.
Cinta ini pula yang menyalakan api,ketika gelap menyapa dan cinta ini pula yang kadang mematikan baranya,hingga kelu dan perihnya sayatan bagai pisau menyayat mayat,...tampak pedih tapi sakitnya telah melayang.
Ketika dingin menyentuh......(ngisep rokok dulu,.....please wait,.....)
Jejak kemarin mengajarkan bahwa cinta harus dimaknai dengan hati yang jernih;Dimana keyakinan menjadi tolak ukur dimana Tuhan sebagai Acuan, Rasa tulus dan saling percaya yang tidak tergoyahkan oleh gosip atau cobaan kecuali sama pulsa yang lagi cupet ya.....
Jejak kemarin pula mengajarkan rapuhnya cinta bila dibelit oleh passion. Rapuhnya cinta yang tidak berani berhenti di satu tempat untuk mengunyah secara utuh dan mendekapnya erat-erat.
Jejak kemarin juga yang mengajarkan sesungguhnya cinta itu sederhana. Ketika kita memeluk dan melihatnya dengan sederhana, maka cinta itu akan lebih kuat makna baranya.
“DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA, tetapi isilah alur ceritanya menjadi CERITA CINTA, percayalah itu akan memberikan kekuatan bagi hidupmu.”
Percayakah kamu,....??
Aku sendiri juga ragu,.. :p bisakah aku seagung coretan ini, bisakah aku menjadikan kidung ini adalah gerak dalam hidupku,...sedangkan kopi juga rokokku sudah habis :( kini yang tersisa hanyalah korek api ku dimana nyala akan terus aku buat untuk menerangi hatimu menerangi jalan kita dimana pelaminan di bangun seolah taman surga diman pelaminan cikal bakal aku buat pasukan kecilku,... Adakah kamu mau wanitaku ???